Minggu, 10 Agustus 2008

tgs ptk

PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI
Mata kuliah : Perkembamgan Teknologi Komunikasi

Disusun oleh:

Frederikus Fandriano Sardima
153060184
Frederikus-fandri.blogspot.com
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSISL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2008


PENGGUNAAN MEDIA INTERNET SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

A.Pendahuluan

Internet adalah kumpulan komputer antar satu wilayah dan wilayah lainnya yang terkait dan saling berkomunikasi, dimana keterkaitan dan komunikasi ini diatur oleh protokol. Dengan kata lain, internet adalah media komunikasi yang menggunakan sambungan seperti halnya telepon, yang tentunya disambungkan dengan komputer serta modem. Namun, berbeda dengan telepon yang komunikasinya harus dilakukan dengan oral dan dilaksanakan secara bersamaan atau simultan, maka pada internet komunikasi yang dilakukan umumnya tertulis tanpa perlu dilakukan secara bersamaan antara pengirim dan penerima berita tersebut.
Internet telah mengubah wajah komunikasi dunia yang sejak lama didominasi oleh perangkat digital non-komputer, seperti: telegram, telepon, fax, dan PBAX, menjadi komunikasi komputer yang global. Dengan internet, maka di mana pun kita berada dapat berhubungan satu sama lainnya dengan perangkat komputer tanpa dibatasi lagi oleh ruang dan waktu. Hal inilah yang mensyaratkan adanya sambungan kabel telepon.
Di era gobalisasi seperti sekarang ini banyak sekali kita melihat perubahan – perubahan yang terjadi di dunia baik dari segi politik, ekonomi, social budaya dan yang paling sering terjadi adalah perubahan dari segi IPTEK. Salah satu perkembangan IPTEKyang terjadi di dalam media komunikasi adalah internetm, media ini bisa membantu masyarakat dalam mencari hal – hal baru yang sulit untuk dijangkau dibandigkan media lain.
Pada awalnya Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 3 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu “MILNET” untuk keperluan militer dan “ARPANET” baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Sekarang ini internet sangat menjamur di masyarakat baik dari anak – anak sampai kepada orang tua dapat mengakses internet dengan mudah. Hal ini sangat baik bagi kemajuan Negara karena dapat membentuk generasi yang memiliki kemampuan atau potensi yang tinggi dalam dunia persaingan kerja dengan negara – negara berkembang lainnya. Sekarang internet sudah sangat berkembang dalam hal tujuan penggunaannya. Kalau dulu digunakan sebagai proyek pertahanan tapi sekarang banyak yang menggunakan internet sebagai media pembelajaran, media informasi, dan juga berkembang sebagai media hiburan.
Dari penulis, dosen,guru, ilmuwan, mahasiswa, bisnisman, musisi, dan banyak lagi mulai menggunakan media internet sebagai media untuk bertukar, berbagi dan mencari informasi. Banyak sekali ragam tulisan yang sudah di upload(unggah) dengan menggunakan media ini. Sehingga jika kita ingin tahu informasi tidak hanya dari seorang guru yang kita kenal saja. Tetapi bisa saja kita berguru kepada orang yang belum bahkan tidak kita kenal sama sekali. Melalui tulisan dari orang yang mengunggah filenya yang tidak hanya satu orang di internet itulah kita bisa belajar lebih banyak dari pada guru yang ada di sekolah kita. Jadi bisa saya katakan “sang guru” itu adalah internet.
Penggunaan media internet sebagai media komunikasi sangat efektive dan efisien. Pemakainan internet sebagai information and communication technologi (ICT) dalam beberapa tahun terakhir menjadi bahasan yang paling popular. Hal ini disebabkan oleh meluasnya penggunaan ITC dalam bidang pertahanan, pemerintahan, perdagangan, pendidikan, komunikasi dan sebagainya. Kecepatan, kemudahan, akurasi, menjadi cirri penerapan ICT. Dari beberapa teknologi ITC yang ada penggunaan teknologi internet adalah yang paling banyak digunakan. Dalam berkomunikasi, pemanfaatan teknologi internet selain memudahkan dan menyebarkan informasi teknologi internet juga dapat meningkatkan efisiensi dan kemampuan organisasi, mempercepat pengolahan data, meningkatkan kualitas informasi, memungkinkan pemanfaatan bersama informasi (data sharing). Situs web (website) dan electronic mail merupakan layanan internet yang paling populer. Saat ini berbagai macam situs web telah membanjiri dunia internet. Mulai dari situs yang bersifat pribadi (blogger) maupun sifatnya institusional (official web).
Banyak hal positif yang dapat kita ambil kegiatan berkomunikasi melalui internet, namun banyak pula resiko dari penggunaan internet sebagai media komunikasi. Hal ini menjadi pokok masalah dalam pembahasan ini.

B. Pembahasan

Akhir-akhir ini banyak orang menggunakan internet sebagai media komunikasi, selain harga yang murah per bytenya, aksesnya pun lebih cepat. Sebagai contoh media komunikasi seperti e-mail (yahoo, gmail, Plasa dll), Friendster, Life conector dll. Ada pula penyedia pengiriman pesan yang instan seperti camfrog, pidgin, (gaim), trilian, kopete, yahoo! Messenger, MSN Messenger dan windows live messengger Dan tentunya kita harus memiliki acount di masing-masing web penyedia tersebut.
Dunia internet yang sejak tahun 1993 dibuka untuk umum, merupakan ruang baru yang dapat dimanfaatkan manusia tidak hanya dapat berkomunikasi satu sama lain, tetapi juga dapat mencari informasi, data atau program di memori komputer. Sementara didunia nyata juga dikenal tempat informasi adalah perpustakaan, internet dapat disebut sebuah perpustakaan yang besar yang terdiri dari buku ukuran raksasa yang bernama world wide web atau disingkat www dan dikenal dengan sebutan WEB. WEB terdiri dari berjuta-juta halaman yang bertebaran diseluruh penjuru dunia, tetapi saling berkait satu sama lain melalui apa yang disebut hyperlink, yaitu tulisan atau gambar yang ada disetiap halaman, yang mengacu kehalaman-halaman web lainnya.
Pengguna internet lebih memilih internet sebagai media komunikasi tentunya untuk saling bertukar pikiran dan berbagi informasi. karena internet tidak membatasi penggunanya dalam hal jarak, kita dapat mengakses internet sampai ke belahan dunia manapun. Dalam penggunaan internet kita dapat berkomunikasi dengan siapa saja yang berada dibelahan bumi yang lain.Karakter internet yang interaktif membuat penggunanya merasakan seolah mengalami komunikasi tatap muka sebagai mana didunia nyata.
Saat ini bangsa kita menempati urutan pertama dalam penyalahgunaan internet, dikhawatirkan pula penggunaan yang tidak bijaksana berpotensi untuk melakukan tindakan kejahatan ini berkaitan erat dengan pola pikir dan cara pandang remaja terhadap keberadaan internet itu sendiri, dimana hal ini acapkali dipengaruhi oleh interaksinya dengan kelompok sosial disekitarnya, terutama peer group. Griffith (1996) menyatakan bahwa tipikal pengguna internet remaja. biasanya laki-Iaki yang tidak atau sedikit memiliki rasa percaya diri dan kehidupan sosial. Oleh karena itu perlu diketahui apa dan bagaimana pola komunikasi, penerimaan serta pandangan remaja terhadap keberadaan media komunikasi inj. Ketiadaan perangkat hukum yang mengatur sekaligus ketidakpahaman masyarakat akan pola-pola pencegahan penyalahgunaan internet serta karakteristik internet sebagai borderless communication media merupakan penyebab klaim internet sebagai media yang lebih banyak merugikan daripada memberikan manfaat.
Perkembangan dunia maya atau internet (inter-network) sekarang semakin berkembang, banyak pemuda, pelajar, pebisnis, presiden, bahkan parlemen-parlemen di pemerintahan sebuah Negara mengatur pemerintahannya melalui jalur internet.
Jumlah pengguna yang mencapai ratusan juta pengguna membuat internet menjadi budaya di berbagai Negara. Sebagai contoh Negara korea yang sebagian besar pelajarnya menggunakan internet sebagai media untuk bermain game, bahkan di laporkan memakan korbanjiwa
Pengaruh internet sangat besar, terutama terhadap ilmu pengetahuan dan pandangan manusia terhadap dunia. Dibandingkan buku yang ada di perpustakaan, internet lebih melambangkan penyebaran (decentralization) dan pengetahuan (knowledge) informasi dan data yang akurat secara ekstrim.
Selain dalam bidang ilmu pengetahuan, internet juga berpengaruh terhadap perekonomian. Transaksi jual beli yang biasanya di lakukan melalui tatap muka (sebagian kecil melalui pos) kini dengan mudahnya dapat di akses melalui internet. Transaksi ini di sebut e-commerce. Terkait dengan pemerintahan, Internet juga memicu tumbuhnya transparansi pelaksanaan pemerintahan melalui e-government. Agar warga dan masyarakat dapat mengetahui tentang keadaan pemerintahan negaranya
Internet kini benar-benar telah menjadi animo masyarakat dunia, bahkan ada pepatah anak muda mengaintakan “gak gaul kalo u ga tau internet” padahal internet itu sendiri memberikan berbagai efek yang mungkin kita tidak sadari. Sebagai contoh anak di bawah umur yang mengerti internet mengakses situs-situs porno, itu akan memberikan efek merusak moral anak bangsa kita.
Namun bila kita telususri dalam internet memberikan banyak manfaat untuk kita, contohnya sebagai media pencari informasi, media referensi pelajaran dll. Karena sekarang banyak sekali mesin pencari informasi (search engine) untuk mempermudah kita dalam menggunakan internet dan mencari informasi yang kita inginkan.
Perkembangan teknologi internet yang semakin menyentuh semua aspek kehidupan ini, kehadirannya harus disikapi dengan positif. Karena siapapun yang berinteraksi dengannya akan mendapatkan informasi dalam jumlah dan jenis yang tak terhingga dalam waktu yang singkat dan cepat. Sebagaimana diketahui bersama saat ini informasi menjadi kebutuhan hidup manusia. Bahkan karena pentingnya arti informasi tersebut Bill Gates (CEO Microsoft Corp) menyatakan "Information is the Power" yang menggambarkan kekuatan, keunggulan dan manfaat teknologi informasi. Teknologi informasi merupakan faktor penentu keunggulan dalam era persaingan bebas melalui kecepatan pelayanan kepada masyarakat, ketepatan pengambilan kebijakan dan keputusan, efektifitas dan efisiensi kerja. Hal ini dapat pula diartikan bahwa siapa saja yang memiliki informasi maka dialah pemenangnya.
Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi tersebut, pemerintah pada dasarnya telah berusaha mewujudkan masyarakat Indonesia yang mampu menggunakan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Salah satunya adalah kebijakan dalam bidang pendidikan, yaitu dengan memasukan mata pelajaran telnologi informasi dan computer kedalam kurikulum nasional. Kondisi ini didukung juga oleh suatu komitmen yang sudah ditanda tangani Indonesia dalam word summit of information society (WSIS) 2004, yang salh satu butir kesepakatanya adalah komitmen bahwa tahun 2015, paling tidak 50 persen dari populasi penduduk harus dapat memanfaatkan teknologi informasi seperti internet dan sebagainya.(Drs.Aulia Reza Bastian, M.Hum. Kedaulatan Rakyat, 3 Maret 2005.
Melihat kondisi objektif di daerah-daerah, penggunaan teknologi internet dalam bidang pendidikan, khususnya dalam hal pengajaran nampaknya masih belum optimal. Hal ini berdasarkan pada realita yang menunjukkan minimnya minat para pengelola atau institusi pendidikan, pengajar dan peserta didik untuk membuka dan menggunakan internet sebagai media mengembangkan materi pelajaran dan pelayanan akademik. Walaupun dibeberapa institusi penyelenggara pendidikan di daerah telah memiliki sarana Hardware pendukung yang cukup memadai dan telah mampu membangun website sendiri, namum secara umum penggunaannya masih sebatas pengelolaan untuk informasi intern.
Di era informasi ini, masyarakat kita boleh berbangga diri karena telah memasuki "Era Digital" yang dibuktikan dengan adanya penggunaan aplikasi-aplikasi berbasis komputer dan teknologi informasi di intansi-intansi pemerintahan dan sekolah-sekolah. Terlihat pula dengan adanya kegiatan pelayanan informasi di Pemerintah Daerah yang menerapkan konsep E-Government. Dalam hal ini Pemerintah Daerah telah banyak yang membangun dan menggunakan situs Pemda sebagai media komunikasi dan informasi terhadap masyarakat daerahnya. Walaupun hal ini belum sepenuhnya terjadi diseluruh daerah di Indonesia.
Selain berfungsi sebagai media komunikasi internet juga memiliki beberapa kegunaan menurut Quartenan dan Mitchel :

1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Fungsi komunitas, internet membentuk masyarakat baru yang beranggotakan para pengguna internet dari seluruh dunia. Dalam komunitas ini pengguna internet dapat berkomunikasi, mencari informasi, berbelanja, melakukan transaksi bisnis, dan sebagainya. Karena sifat internet yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka internet sering disebut sebagai cyberspace atau virtual world (dunia maya).

C. Kesimpulan
Selain itu ada banyak kendala yang dihadapi oleh para pengguna internet kususnya kalangan mahasiswa. Pada umumnya, para pengguna internet menggunakan internet yang tersedia di warung-warung internet atau yang lebih dikenal dengan istilah ‘warnet’. Hal ini karena biayanya lebih murah dibandingkan dengan menggunakan internet pribadi. Perlu diketahui bahwa mahasiswa belum bekerja, dan masih bergantung dari dana yang diberikan oleh orang tua mereka. Keadaan ini merupakan salah satu penyebab dimana mereka akan menggunakan komputer yang terhubung dengan internet. Pada umumnya, biaya menggunakan internet adalah sebesar tiga ribu lima ratus rupiah per jam. Tentu saja, biaya ini relatif mahal karena mahasiswa yang masih banyak tergantung dari dana yang diberikan orang tua perhari atau per mingu atau per bulan. Maka, komunikasi para mahasiswa lewat internet menjadi terbatas oleh biaya. Walapun saat ini banyak tempat yang menawarkan area hot spot atau akses internet gratis tetapi belum menjamin akses internet dengan lancar.
Dari pengamatan yan gmendalam ini, bisa diketahui bahwa semakin lama penggunaan internet semakin penting sebagai sarana komunikasi. Fasilitas internet seperti email, www dan YM/IRC sudah sangat popular di antara para pengguna internet baik sebagai sarana komunikasi maupun alat untuk mencari data untuk penelitian lain juga sebagai alat untuk memperluas pergaulan dan perkenalan antar pengguna internet. Selain itu, penggunaan internet telah menimbulkan adanya bahasa baru yang dikenal sebagai ‘bahasa internet’. Memang, bahasa yang dipakai dengan menggunakan internet tergantung pada siapa dan dengan siapa pengguna internet berkomunikasi. Tetapi, walaupun ada banyak manfaat penggunaan internet, juga ada dampak yang negatif bagi pengguna internet. Misalnya, pornografi dan SPAM sudah menjadi masalah besar. Sampai saat ini belum ada cara yang efektif untuk menghindar dari dampak negatif tersebut. Akan tetapi, karena dampak yang positif juga banyak, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menggunakan internet sebagai sarana komunikasi yang tercepat dan tercanggih untuk saat ini. Sebagai sarana komunikasi, saya yakin bahwa di masa depan penggunaan internet akan menjadi lebih luas dan berkomunikasi lewat internet itu akan menjadi sepopular penggunaan telpon.




Daftar Pustaka

Penulis : Bukhori Sulistyanto, S.Kom Dosen Teknik Informatika PoliteknikSawunggalih Aji (Polsa)
(Drs.Aulia Reza Bastian, M.Hum. Kedaulatan Rakyat, 3 Maret 2005.
Yuyun W.I. Surya, Library@lib.unair.ac.id
Libunair@indo.net.id
http://www.cert.or.id/~budi/articles/BPPT-computer-literacy-2.doc.
Budi Rahardjo, “Pergolakan Informasi di Indonesia akan sia-sia?”, Koran Tempo, 2001. (To be publish.)
http://forum-pembaca-kompas.blogspot.com/

Tidak ada komentar: